Daftar Blog Saya

Senin, 06 Mei 2013

Berita Pendidikan Siang Terkini(7/5):Anggaran Kurikulum Dipangkas

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggaran kurikulum 2013 yang disiapkan sebesar Rp 2,49 triliun batal digunakan lantaran jumlah sasaran sekolah penerapan kurikulum baru juga dipangkas habis hingga 80 persen. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memprediksi anggaran untuk kurikulum baru tidak akan lebih dari Rp 800 milyar.

Kumpulan Berita Pendidikan Siang (7/5);"Kegagalan " Penerapan Kurikulum Nasional

Kurikulum 2006, Pupus Sebelum Berkembang


KOMPAS.com - Praktik sistem pendidikan nasional merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari proses demokratisasi negara. Pascareformasi, semangat memperbaiki sistem pendidikan menguat seiring membesarnya kewenangan daerah di era otonomi. Hasil survei menunjukkan, kebijakan pemerintah bidang pendidikan memperoleh apresiasi cukup tinggi dari para guru yang menjadi responden.

MUNGKINKAH UN DITIADAKAN..? ,KUMPULAN BERITA PENDIDIKAN TERKINI 6 MEI 2013


POTRET BURAM  UJIAN NASIONAL .

Dari meremehkan Rekomendasi Itjen Kemendikbud, UN Sarat kepentingan Pribadi,Potensi Kelulusan UN Tinggi ,sampai kemungkinan UN dihapus


Nuh Remehkan Rekomendasi Itjen Kemdikbud soal Kisruh UN

JAKARTA - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh menganggap remeh rekomendasi Inspektorat Jenderal (Itjen) Kemdikbub mengenai hasil investigasi keterlambatan pencetakan naskah Ujian Nasional (UN) SMA beberapa waktu lalu. Padahal, Itjen selaku pengawas internal atas kinerja kementerian yang mengurus pendidikan itu telah memberikan sejumlah rekomendasi penting mengenai investigasi pelaksanaan UN, termasuk soal sanksi bagi sejumlah pejabat teras Kemdikbud.

Kumpulan Berita Pendidikan Terkini di Tanah Air 6-Mei2013

 
DARI SEKOLAH KEKURANGAN MURID,PEMANGKASAN PADA KURIKULUM 2013 SAMPAI KENAPA PEMERINTAH SELALU SALAH.


Minim Murid, Unas 90 SD Gabung Sekolah Lain 

Sumenep (beritajatim.com) - Sebanyak 90 SD dan sederajatnya di Kabupaten Sumenep tidak bisa menyelenggarakan sendiri ujian nasional (Unas), dan harus menggabung dengan sekolah lain karena minimnya jumlah murid.

Kamis, 18 April 2013

Antara "Ambisi" vs Kompetensi Pemerintah dalam Penyelenggaraan Ujian Nasional

AMBISI



Tujuan Pemerintah Mengadakan Ujian Nasional (UN).

Jakarta - Tujuan Pemerintah mengadakan ujian nasional (UN) adalah untuk meningkatkan standar pendidikan di Tanah Air. Hal tersebut dikatakan Wakil Presiden Boediono.

"Kegiatan UN harus disyukuri oleh semua siswa karena tujuannya untuk keberhasilan dan meningkatkan standar pendidikan di Tanah Air," kata Wapres Boediono kepada pers, di SMAN 70 Bulungan Jakarta, Selasa (22/03/2010).
Dikutip  dari: http://erabaru.net/nasional/50-politik/11678-ujian-nasional-untuk-meningkatkan-standar-pendidikan

KOMPETENSI ;

Selasa, 02 April 2013

Nilai nilai Kebangsaan dan Nasionalisme Pelajar Luntur





"praktik pembelajaran pendidikan Kewarganegaraan (PKn) dan Pendidikan Pancasila selama ini monoton ,tidak beranjak dari sekedar memahami materi dari buku teks pelajaran . Materi nilai nilai ,budaya dan ideologi Pancasila dibahas lepas dari realitas sosial hingga peserta  didik sulit memahami manfaat mempelajari pendidikan Pancasila dan kewarganegaraan ."



Jakarta – Nilai nilai nasionalisme dikalangan pelajar cenderung luntur .itu ditandai denga rendahnya penghargaan terhadap Bhineka Tunggal Ika  yang menyuburkan intoleransi generasi muda terhadap keragaman suku ,agama dan budaya Indonesia  .

Pengetahuan Kesehatan Reproduksi Remaja Saat Ini Sangat Rendah



"remaja  bukannya tak ingin memahami persoalan  kesehatan reproduksi dan seksualitas . Namun ketika mereka bertanya  kepada orang tua dan guru ,mereka menuduh  remaja telah melakukan hal hal yang ingin diketahui . banyak pula orang dewasa yang langsung mengelak dengan alasan tak ada gunanya  remaja tahu hal itu."


JAKARTA . Ditengah  kemajuan teknologi dan perubahan sosial ,pola pendidikan orang tua kepada remaja tidak berubah . Informasi tentang kesehatan reproduksi (Kespro ) dan seksual masih tabu dibicarakan . Akibatnya ,remaja justru mendapat informasi salah yang menjerumuskan mereka.